Denpasar, SN – Matahari mulai condong ke arah barat ketika Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto S.Sos., M.M., menuruni anak tangga menyusuri bantaran Tukad Bindu, Kota Denpasar, Bali, Jumat (21/6). Gemercik riak aliran air yang bersatu padu dengan nyanyian tekukur, burung madu sriganti hingga cinenen jawa seolah mengiringi langkah kaki Kepala BNPB menuju pelataran _eco-park_ yang didesain ramah lingkungan.
Rindangnya pepohonan ditambah alunan orkestra alam itu menambah eksotisme kawasan wisata bantaran sungai yang memang menjadi salah satu lokasi kunjungan kerja Kepala BNPB di Pulau Dewata. Tujuannya tentu bukan untuk rekreasi, namun melihat dan mempelajari tentang konsep yang dilestarikan komunitas masyarakat peduli sungai dalam menata, menjaga dan mengelola Daerah Aliran Sungai (DAS), yang dulunya kritis dan kini berubah menjadi area wisata baru yang bersih, nyaman dan tentunya mampu mendukung perekonomian masyarakat setempat.
Pada kunjungan itu, Kepala BNPB bertemu dan duduk bersama dengan komunitas bernama “Giat Lestarikan Alam Selamatkan Lingkungan Hidup” atau yang lebih dikenal dengan “Gila Selingkuh”. Pertemuan antara Kepala BNPB dengan komunitas yang terbentuk sejak 2013 silam itu memang sudah lama direncakan sejak tahun lalu.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









