Ia juga mengusulkan pembentukan PGRI cabang khusus untuk SMA/SMK guna meningkatkan pendataan dan organisasi yang lebih baik.
Sam Haning juga menjelaskan bahwa di momen HUT PGRI pada tanggal 25 November 2025 lalu, tepatnya pada tanggal 27 November 2025 PGRI NTT telah melaksanakan program “Melawan Lupa,” yang bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai kesyukuran dan penghargaan terhadap jasa para guru.
“Dalam proses pembelajaran di kelas, para guru juga harus didik anak-anak untuk “melawan lupa.” Melawan lupa artinya bahwa jangan melupakan guru, karena kalian bisa dididik dan bisa membaca, bisa menulis, bisa jadi pejabat, bisa jadi politikus yang hebat, bisa jadi pahlawan karena guru, ini yang perlu ditanamkan agar kelak mereka jangan lupa akan jasa para guru. Guru itu memang banyak orang mengatakan pahlawan tanpa jasa, pahlawan tanpa nama, tapi karena guru itulah yang menciptakan jasa-jasa para pahlawan, dan juga gurulah yang akan menciptakan jasa-jasa di masa yang akan datang.” ujarnya.
Dengan komitmen yang kuat, Sam Haning menegaskan bahwa PGRI siap memperjuangkan kepentingan guru dan tidak akan membiarkan mereka dipermainkan. “Jangan coba-coba melawan guru, karena PGRI akan selalu ada untuk memperjuangkan hak-hak mereka.”
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
