Di Tengah Jabatan Publik, Bupati Kupang Ikut PKPA: Keteladanan Pemimpin dalam Ruang Akademik

bupati

SN, Kupang – Dalam sebuah langkah yang mencerminkan dedikasi terhadap pendidikan dan supremasi hukum, Bupati Kupang, Yosef Lede, SH. Secara resmi terdaftar sebagai peserta dalam program Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA). Kegiatan ini terselenggara atas kolaborasi antara Dewan Pimpinan Nasional Perhimpunan Advokat Indonesia (DPN Peradi) Cabang Oelamasi dan Universitas Muhammadiyah Kupang, yang mengambil tempat di Aula Hotel Neo Aston, Kupang.

Tidak sekadar hadir sebagai kepala daerah, Yosef Lede mengambil peran aktif sebagai peserta penuh dalam forum akademik tersebut. Keputusannya ini memantik apresiasi luas, tidak hanya dari kalangan profesional hukum, tetapi juga dari masyarakat sipil dan akademisi, yang melihatnya sebagai wujud konkret kepemimpinan yang reflektif dan inklusif terhadap nilai-nilai pembelajaran sepanjang hayat.

“Saya datang untuk belajar, karena dalam proses menuntut ilmu, jabatan tidak menjadi halangan. Di ruangan ini, kita semua adalah petarung hukum yang berkomitmen menyelesaikan PKPA secara bertanggung jawab,” ujar Bupati Lede dalam pidato pembukaannya yang disambut tepuk tangan para peserta.

Dalam narasi yang sarat nilai normatif dan advokatif, ia menekankan pentingnya peran profesi hukum dalam membangun tatanan sosial yang berkeadilan. “Penegakan hukum yang adil, berintegritas, dan berpihak pada kebenaran merupakan fondasi utama bagi terciptanya masyarakat yang damai serta berkeadaban,” tuturnya tegas.

Baca Juga : Tak Sekadar Tetangga: Kisah Persahabatan Prabowo dan Anwar yang Menginspirasi Dua Bangsa

Lebih lanjut, ia menggarisbawahi tantangan sosiologis yang dihadapi oleh masyarakat di wilayah pedesaan, yang kerap kali tidak memiliki akses atau pemahaman yang memadai terhadap hak-hak hukum mereka. Dalam konteks ini, Bupati Yosef menekankan bahwa advokat memiliki mandat moral ganda, tidak hanya sebagai penegak hukum, melainkan juga sebagai pendamping dan fasilitator edukasi hukum bagi kelompok rentan. “Di sinilah posisi advokat menjadi vital—mereka adalah suara bagi yang tak bersuara,” imbuhnya.

Respon positif terhadap keikutsertaan Yosef Lede datang dari berbagai pihak. Wakil Rektor Universitas Muhammadiyah Kupang, Dr. Baco Tang, S.Sos., M.Si., mengapresiasi kehadiran sang Bupati sebagai simbol nyata kepemimpinan yang progresif. “Ketika seorang kepala daerah yang tengah menjabat memilih untuk kembali belajar, itu menunjukkan kerendahan hati dan komitmen terhadap pengembangan diri yang luar biasa. Ini adalah pelajaran penting bagi generasi kita,” ujar Baco Tang dalam sambutannya.

Momentum akademik tersebut turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, antara lain Koordinator Wilayah DPN Peradi Nusa Tenggara Timur, Philipus Fernandez, S.H.; Ketua Peradi Cabang Oelamasi, Herry F.F. Battileo, S.H., M.H.; Dekan Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Kupang, Dr. Siti Syahida Nurani, S.H., M.Hum.; serta perwakilan Forkopimda dari Kabupaten dan Kota Kupang.

Program PKPA ini tidak hanya menjadi wahana penguatan kapasitas profesional calon advokat, namun juga mempertegas bahwa kepemimpinan sejati terletak pada kemampuan untuk terus belajar dan menyesuaikan diri dalam dinamika zaman—sebuah pesan penting yang digaungkan melalui keteladanan seorang kepala daerah yang memilih untuk duduk di bangku pelatihan, sejajar dengan rakyatnya. (Ein)

  • Bagikan
Exit mobile version