Instruksi Langsung: Desa Harus Produktif dan Bebas Lahan Tidur
Bupati Yosef juga menekankan pentingnya pemanfaatan Dana Desa minimal 20 persen untuk ketahanan pangan, sesuai kebijakan nasional. Ia menegaskan komitmennya membangun lima sumur bor di setiap desa guna mendukung ketersediaan air untuk pertanian.
“Tidak boleh ada lahan yang menganggur. Tidak boleh ada masyarakat yang tidak bekerja. Kalau pertanian tumbuh, ekonomi juga ikut bergerak,” tandasnya.
Pernyataan ini mempertegas arah kebijakan Kabupaten Kupang yang fokus pada pembangunan ekonomi berbasis pertanian produktif dan pemanfaatan sumber daya lokal secara maksimal.
Kolaborasi Lintas Lembaga: Dari Pemerintah Hingga DPR
Dalam kesempatan yang sama, Bupati Yosef Lede juga menyampaikan apresiasi kepada HKTI NTT, anggota DPRD, dan DPR RI yang turut memperjuangkan berbagai usulan bantuan bagi petani Kupang. Ia secara khusus menyebut anggota DPR RI, Usman Husin, yang ikut menyalurkan bantuan alsintan bagi masyarakat tani.
“Ini bukti nyata kolaborasi antara pemerintah daerah, organisasi tani, dan wakil rakyat. Sinergi seperti inilah yang akan memperkuat fondasi pertanian kita,” kata Yosef.
Sementara itu, Wakil Bupati Aurum Titu Eki mengingatkan agar setiap kelompok tani menjaga dan merawat alat dengan baik, serta memanfaatkannya secara kolektif.
“Jangan sampai alat ini dikuasai individu. Harus ada rasa tanggung jawab bersama dalam kelompok. Dirawat, dipinjamkan bila perlu, dan dipakai untuk kemajuan bersama,” pesan Aurum.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
