Menurut Yosef, keterampilan yang diberikan dalam pelatihan, khususnya di bidang pengolahan buah serta penyiapan produk pastry dan kue, memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi usaha produktif.
Dengan kreativitas dan inovasi, produk yang semula sederhana dapat dikemas menjadi produk bernilai ekonomi. Bahkan, apabila dikembangkan secara serius, usaha tersebut tidak hanya mampu menghasilkan pendapatan bagi pelaku usaha, tetapi juga membuka kesempatan kerja bagi masyarakat lainnya.
Karena itu, Pemerintah Kabupaten Kupang menyatakan kesiapan untuk mendukung keberlanjutan peserta setelah menyelesaikan pelatihan.
Yosef mengatakan pemerintah akan membuka ruang komunikasi dengan berbagai pihak, termasuk mitra perbankan, yang dapat mendukung pengembangan usaha dan akses pembiayaan sesuai ketentuan.
“Kalau setelah pelatihan ada yang mau membuka usaha, komunikasikan dengan baik. Pemerintah akan melihat apa yang bisa kita lakukan. Kita ingin anak-anak muda di Kabupaten Kupang memiliki kemandirian dan tidak terus bergantung kepada orang tua maupun pemerintah,” tegasnya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
