Tahap pemetaan menjadi penting karena kondisi setiap wilayah terdampak tidak sama.
Informasi dari lapangan kemudian menjadi dasar untuk menentukan kebutuhan tenaga, obat-obatan, logistik dan pola pendampingan berikutnya.
Setelah tim awal melakukan pemetaan, Undana mengirim gelombang kedua berupa Tim Bantuan Medis pada Sabtu, 22 Agustus 2026.
Sebanyak 21 personel diberangkatkan melalui jalur laut dan dijadwalkan tiba di Kabupaten Ende pada Minggu, 23 Agustus 2026.
Tim terdiri atas 15 mahasiswa kedokteran, lima dokter umum dan satu Dosen Pendamping Lapangan, dr. Deif Tunggal, Sp.An.T.I.
Pelepasan tim dilakukan secara resmi di lobi Rektorat Undana.
Rektor Undana, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng., menyerahkan bendera universitas kepada dr. Deif Tunggal sebagai penanda keberangkatan tim.
Turut hadir dalam kegiatan itu Wakil Rektor I Prof. Dr. drh. Annytha I.R. Detha, M.Si., Wakil Rektor III Dr. Rudi Rohi, M.Si., dan Wakil Rektor IV Prof. Philiphi de Rozari, S.Si., M.Si., M.Sc., Ph.D.
Prof. Philiphi de Rozari juga dipercaya sebagai Ketua Tim Satgas Penanggulangan Bencana Flores Undana.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
