Bupati: Budaya Harus Tetap Hidup di Tengah Modernisasi
Dalam sambutannya, Bupati yang akrab disapa Buce Lioe itu menekankan bahwa festival budaya tidak boleh dipandang hanya sebagai agenda tahunan atau hiburan bagi masyarakat. Lebih dari itu, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga identitas daerah dan menanamkan nilai-nilai budaya kepada generasi penerus.
Menurut Buce, perkembangan globalisasi dan teknologi membawa tantangan tersendiri bagi keberlangsungan tradisi lokal. Karena itu, masyarakat TTS perlu memastikan bahwa kemajuan zaman tidak membuat generasi muda semakin jauh dari akar budayanya.
Ia mengingatkan bahwa identitas sebagai Atoin Meto perlu dirawat melalui tindakan nyata, baik dalam kehidupan keluarga, lingkungan pendidikan, maupun kehidupan bermasyarakat.
“Budaya adalah jiwa kita. Jika budaya hilang, maka hilang pula identitas kita,” tegasnya.
Bupati juga mengajak masyarakat untuk tidak merasa malu menggunakan kain tenun khas TTS, mempelajari tarian tradisional, serta menggunakan bahasa daerah dalam kehidupan sehari-hari. Pemerintah daerah, lanjutnya, akan terus membuka ruang dan memberikan dukungan bagi berbagai kegiatan yang bertujuan menjaga kelestarian budaya lokal.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
