Karena itu, Undana membangun dua jalur respons sekaligus. Jalur pertama berupa respons kemanusiaan langsung melalui pengerahan relawan dan bantuan ke wilayah terdampak.
Jalur kedua adalah perlindungan keberlanjutan pendidikan bagi mahasiswa yang terdampak.
Kedua pendekatan tersebut saling melengkapi.
Mahasiswa dapat dilibatkan sebagai relawan melalui KKN Tematik Proyek Kemanusiaan, sementara mahasiswa yang keluarganya terdampak mendapat fleksibilitas untuk tetap menyelesaikan kewajiban akademiknya.
55 Relawan Disiapkan
Untuk mendukung respons lapangan, Undana akan mengirim 55 personel pada gelombang kedua, Sabtu (22/8/2026).
Mereka terdiri atas tim medis FKKH, dosen, dan mahasiswa relawan dari berbagai fakultas.
Sebelumnya, 20 personel akan diberangkatkan pada gelombang pertama pada Rabu (19/8/2026) untuk melakukan respon awal dan asesmen cepat.
Dengan demikian, total mobilisasi relawan yang direncanakan mencapai 75 personel.
Keterlibatan mahasiswa dalam misi kemanusiaan juga menjadi bagian dari pembelajaran kontekstual. Mereka tidak hanya belajar mengenai persoalan sosial melalui teori, tetapi berhadapan langsung dengan kebutuhan masyarakat di lapangan.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








