Ia menambahkan, bahwa dalam berbagai momen dan kondisi, Gereja telah terbukti turut aktif menyokong pembangunan di berbagai lini kehidupan—dari pendidikan, kesehatan, hingga sosial dan ekonomi.
KKR Oikumene ini bukan hanya sekadar perayaan liturgis. Di tangan pimpinan HMK Ministry Jakarta, Pdt. Helmijanto, KKR berubah menjadi ruang kebangunan batin dan pelayanan kasih. Para peserta diajak mengalami pembaruan rohani, menerima kekuatan batin, dan membuka hati untuk saling menolong dalam kesulitan hidup.
“KKR ini menjadi ruang pemulihan. Tidak hanya rohani, tapi juga sosial. Kita diajak melayani sesama, bukan hanya berdoa untuk diri sendiri,” kata Yosef Lede.
Sebagai wujud nyata dari pelayanan sosial tersebut, HMK Ministry juga membagikan bantuan beras kepada masyarakat sekitar yang membutuhkan, tanpa memandang latar belakang agama atau golongan.
Dalam sambutan penutupnya, Yosef Lede menyampaikan pesan strategis dan mendalam. Menurutnya, tantangan pembangunan Kabupaten Kupang ke depan semakin kompleks, sehingga dibutuhkan kekuatan moral dan spiritual yang kokoh di tengah masyarakat.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
