Lumba juga menegaskan bahwa gereja memiliki tanggung jawab moral untuk berkontribusi dalam mengatasi berbagai masalah sosial, seperti kemiskinan dan stunting, yang masih menjadi tantangan besar di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Ia mengajak jemaat untuk bekerja sama dengan pemerintah dalam menciptakan solusi yang efektif dan berkelanjutan.
Sementara itu, Ketua Sinode GMIT, Pdt. Semuel Pandie, dalam khotbahnya, mengingatkan jemaat bahwa pembangunan gedung gereja harus diiringi dengan pertumbuhan iman yang kokoh.
Menurutnya, gedung yang megah harus menjadi sarana untuk mempererat persaudaraan dan memperkuat keimanan jemaat kepada Yesus Kristus.
“Kita tidak boleh hanya fokus pada fisik bangunan, tetapi juga harus memperhatikan pembangunan spiritual. Gereja ini harus menjadi tempat yang mempersatukan dan menguatkan iman kita, serta tempat di mana kita dapat memberikan dampak positif bagi sesama,” kata Pdt. Pandie.
Acara peresmian ini juga dihadiri oleh Penjabat Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kupang, Sorta Lumba – Turnip, Anggota DPRD Kabupaten Kupang Anthon Natun, serta beberapa pimpinan OPD lingkup Pemerintah Kabupaten Kupang.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
