Masih menurut Joni, jejak langkah para pendahulu merupakan warisan (legacy) yang wajib dijaga dan dijadikan pijakan moral.“Masa depan bangsa tidak boleh tercerabut dari sejarahnya. Demikian pula Perumda, yang akan selalu menghormati jasa para senior yang telah meletakkan fondasi kokoh bagi perusahaan ini,” tegasnya.
Baca Juga : Yosef Lede Gaspol Perbaiki Pendidikan Kupang Lewat ANBK Digital
Lebih jauh, Joni menekankan pentingnya menerima kritik publik sebagai bagian dari proses continuous improvement. Menurutnya, dinamika sosial, termasuk masukan melalui media massa maupun media sosial, harus dipandang sebagai energi positif bagi transformasi perusahaan. “Kami berterima kasih kepada rekan-rekan media yang konsisten mengawasi, memberi saran, sekaligus kritik yang objektif dan berimbang. Itu menjadi vitamin korektif bagi kami untuk terus berbenah,” tambahnya.
Dalam refleksi singkatnya, Joni mengingatkan pentingnya disiplin waktu, harmoni kelembagaan, serta sinergi lintas sektor. Ia menyampaikan apresiasi kepada pimpinan DPRD dan unsur pemerintahan daerah yang terus memberikan dukungan terhadap keberlangsungan perusahaan.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








