Ia menekankan bahwa pendekatan pembelajaran tidak boleh terbatas pada capaian akademik semata, melainkan harus mencakup penguatan soft skills seperti kemampuan berpikir kritis, kepercayaan diri, serta literasi global, termasuk penguasaan Bahasa Inggris sebagai instrumen komunikasi internasional.
Lebih lanjut, ia menguraikan bahwa setiap jenis perlombaan memiliki dimensi pembelajaran tersendiri. Lomba cerdas cermat, misalnya, berkontribusi pada pembentukan pola pikir analitis dan sistematis. Sementara itu, pidato Bahasa Inggris menjadi sarana pengembangan kemampuan retorika dan artikulasi gagasan, sedangkan storytelling mendorong kreativitas naratif serta keterampilan komunikasi interpersonal.
Dalam konteks penguatan ekosistem pendidikan, Kepala Dinas juga memberikan apresiasi kepada para guru dan orang tua yang dinilai memiliki peran krusial dalam mendukung tumbuh kembang peserta didik. Sinergi antara lingkungan sekolah dan keluarga disebut sebagai faktor determinan dalam membentuk karakter serta daya saing generasi muda.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
