Jelang Hardiknas, Dinas Pendidikan Kab Kupang, Gelar Lomba

hardiknas

Selain aspek kompetisi, kegiatan ini juga menyoroti isu strategis terkait keamanan dan kenyamanan lingkungan pendidikan. Marthen menegaskan bahwa praktik kekerasan dan perundungan di sekolah merupakan persoalan serius yang harus ditangani secara sistematis melalui pendekatan preventif dan responsif. Ia mendorong optimalisasi peran Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) di setiap satuan pendidikan sebagai bagian dari mekanisme perlindungan anak.

Ia juga menggarisbawahi pentingnya pembangunan budaya sekolah yang inklusif, humanis, dan berorientasi pada nilai-nilai empati serta penghormatan terhadap sesama. Menurutnya, sekolah harus menjadi ruang yang aman dan kondusif bagi proses pembelajaran, bukan justru menjadi sumber tekanan bagi peserta didik.

Advertisement
https://idealis.id/wp-content/uploads/2026/04/Untitled-image-6.jpeg
Scroll kebawah untuk lihat konten

Sejalan dengan itu, upaya menciptakan lingkungan sekolah sehat turut menjadi perhatian utama. Program ini mencakup pengelolaan lingkungan berbasis prinsip keberlanjutan, seperti penerapan sistem 3R (Reduce, Reuse, Recycle), penghijauan melalui penanaman pohon, pembiasaan perilaku hidup bersih dan sehat, serta kolaborasi dengan fasilitas layanan kesehatan untuk pemeriksaan rutin.

Advertisement
https://idealis.id/wp-content/uploads/2026/04/Untitled-image-6.jpeg
Scroll kebawah untuk lihat konten
Baca Juga :  Responsif terhadap Pendidikan, Wabup Kupang Salurkan Bantuan Pascabencana di SMKN 1 Amfoang Selatan
  • Bagikan