Ia menegaskan Pekerjaan Rumah (PR) kita masih banyak, tapi saya yakin dengan metode yang sudah berjalan, permasalahan air di NTT dapat diselesaikan.
Simulasi Pengembalian Dana.
Untuk Penjelasan lebih lanjut, Kasrem Kamlasi memberikan simulasi mengenai pengembalian dana yang telah diinvestasikan.
“Ketika saya hitung sekarang, kontribusi air yang kita berikan sekitar 4,5 juta kubik per tahun. Kalau harga satu kubik air itu 20.000 rupiah, maka kita mendapatkan 90 miliar per tahun. Jadi, uang kita tidak hilang karena secara outcome dapat,” paparnya.
Proyek ini juga membuktikan bahwa meskipun tidak bersumber dari APBN/APBD, dengan bantuan berbagai pihak dan masyarakat, dana yang diperlukan dapat terpenuhi.
“Ini saya beri simulasi supaya kita sama-sama berpikir dari aspek income, input, output, dan outcome. Mudah-mudahan bisa menimbulkan semangat kerja sama kita ke depan,” tambah Kasrem.
Harapan ke Depan
Dengan keberhasilan proyek air bersih ini, Kasrem Kamlasi berharap dapat mendorong semangat kerja sama di masa mendatang.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
