“Kadang kita terlalu sibuk membaca ekonomi dari atas, padahal kondisi sesungguhnya ada di bawah—di pasar, di warung kecil, dan di dapur rumah tangga,” demikian salah satu pandangan yang menjadi dasar penyelenggaraan forum ini.
Fenomena kenaikan harga elpiji juga dinilai bukan sekadar persoalan harga semata. Ia menjadi indikator yang lebih luas tentang tekanan biaya hidup masyarakat.
Pertanyaan yang kini mulai muncul di tengah publik adalah:
mengapa masyarakat merasa uang semakin sulit berputar?
Sebagian kalangan menilai ada ketimpangan antara pertumbuhan ekonomi yang terlihat di level atas dengan kondisi masyarakat di tingkat bawah. Aktivitas pembangunan terus berjalan, namun di sisi lain daya beli masyarakat kecil justru dirasakan melemah.
Apakah ini hanya persepsi?
Ataukah memang ada tanda-tanda perlambatan ekonomi rakyat yang belum terbaca secara utuh?
IRIS ingin menguji pertanyaan itu secara terbuka.
Forum ini akan menghadirkan pemerintah daerah, akademisi, DPRD, pelaku UMKM, ekonom, media, hingga masyarakat sipil dalam format dialog argumentatif ala Indonesia Lawyers Club (ILC). Para narasumber tidak hanya diminta memaparkan data, tetapi juga menjawab realitas yang dirasakan langsung masyarakat.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
