Sebagai perempuan pertama yang menjabat Wakil Bupati Kupang, Aurum juga aktif melakukan pemantauan terhadap berbagai sektor pelayanan publik, mulai dari kesehatan, pendidikan, pembangunan desa hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Pendekatan yang diterapkannya mencerminkan konsep *evidence-based governance*, yaitu tata kelola pemerintahan yang berlandaskan data, hasil evaluasi dan kebutuhan riil masyarakat dalam proses pengambilan keputusan.
Pengamat administrasi publik menilai kombinasi kepemimpinan Yosef Lede dan Aurum Obe Titu Eki menunjukkan model *complementary leadership* atau kepemimpinan komplementer, di mana masing-masing pemimpin menjalankan fungsi yang berbeda namun saling memperkuat.
Dalam model tersebut, kepala daerah berfokus pada perluasan peluang pembangunan melalui diplomasi kebijakan dan jejaring eksternal, sementara wakil kepala daerah memastikan efektivitas pelaksanaan program melalui penguatan tata kelola internal.
Pola kepemimpinan semacam ini dianggap mampu meningkatkan efektivitas pemerintahan karena mencakup seluruh siklus kebijakan publik, mulai dari perencanaan, mobilisasi sumber daya, implementasi hingga evaluasi berbasis kinerja.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
