Apresiasi dari Tokoh Gereja
Resonansi penelitian ini mendapat sambutan positif dari jemaat setempat. Pdt. Delsy Talan, S.Th, sebagai pemimpin rohani GMIT Jemaat Kanaan Nunuh Boko, menilai bahwa riset ini menghadirkan paradigma baru dalam pelayanan gereja.
“Kami sangat mengapresiasi penelitian ini, karena tidak berhenti pada teori akademis. Ia membuka ruang praksis pelayanan yang berpihak pada ciptaan Tuhan. Hasil riset ini akan sangat berguna sebagai dasar gerakan jemaat dalam menjaga lingkungan,” ujarnya.
Kontribusi Teologi Kontekstual
Melalui penelitian ini, gereja didorong untuk mengembangkan teologi kontekstual yang responsif terhadap tantangan ekologi. Pendekatan akademis yang menggabungkan aspek historis, teologis, dan sosial diharapkan melahirkan model pembelajaran baru bagi gereja-gereja di Nusa Tenggara Timur, bahkan di Indonesia pada umumnya.
Riset ini menegaskan bahwa gereja, melalui praksis iman dan aksi sosialnya, berpotensi menjadi laboratorium ekoteologi yang mampu mempertemukan spiritualitas dengan tanggung jawab ekologis. Dengan demikian, GMIT Jemaat Kanaan Nunuh Boko diposisikan bukan hanya sebagai objek penelitian, melainkan sebagai contoh nyata bagaimana komunitas iman dapat menjadi mitra strategis dalam menjaga keberlanjutan bumi.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









