Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Mengungkap Misteri Cebok: Air vs. Tisu, Budaya dan Cuaca Menjadi Penentu? 

083964900 1582181378 shutterstock 1146835565 e1706689941634

Sei-News.Com., JAKARTA – Dalam dunia sanitasi, kebiasaan membersihkan diri setelah buang air besar telah menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan manusia.

Namun, perbedaan mencolok muncul antara dua kubu: tim cebok pakai air dan tim cebok pakai tisu.

Menelusuri akar sejarah, praktek membersihkan kotoran usai buang air besar bukanlah hal baru.

Setiap wilayah memiliki metodenya masing-masing, mulai dari menggunakan air, dedaunan, rumput, batu, hingga hanya menggunakan tangan.

Misalnya, di Romawi abad ke-6 SM, penduduknya menggunakan batu untuk cebok, sementara masyarakat Timur Tengah mengandalkan air sesuai ajaran agama.

Riset “Toilet hygiene in the classical era” (2012) mengungkapkan bahwa penggunaan tisu sebagai pembersih pertama kali terdeteksi di China, bukan di dunia Barat.

Penduduk China berhasil menciptakan tisu sebagai pengembangan dari kertas yang pertama kali ditemukan di Negeri Tirai Bambu.

Namun, jejak tisu toilet baru muncul di Barat pada abad ke-16 oleh sastrawan Prancis, Francois Rabelais.

Meski awalnya dianggap tidak efektif untuk cebok, tisu toilet menjadi populer di masyarakat non-tropis.

Menurut Buzz Feed, faktor cuaca menjadi salah satu pemicu utama perbedaan penggunaan media cebok.

Masyarakat Barat cenderung menggunakan tisu karena cuaca dingin membuat mereka enggan bersentuhan dengan air.

Sebaliknya, masyarakat tropis lebih terbiasa menggunakan air untuk cebok.Selain faktor cuaca, pola konsumsi juga berperan.

Orang Barat yang mengonsumsi makanan rendah serat menghasilkan kotoran yang lebih sedikit dan rendah air, sehingga mereka cenderung menggunakan tisu.

Sementara itu, orang Asia, Afrika, dan sebagian Eropa, yang menyantap makanan tinggi serat, lebih sering menggunakan air.

Meskipun riset ilmiah menunjukkan bahwa cebok menggunakan air lebih bersih karena dapat menghilangkan bakteri dan kuman, kebiasaan cebok pakai tisu sulit untuk dilepaskan.

Baca Juga :  Jumpa Pers dan Media Gathering Penjabat Gubernur NTT: Membahas Penanganan Sunting, Kemiskinan, Inflasi, dan Persiapan Pemilu 2024

Kebudayaan dan tradisi yang telah mengakar lintas generasi menjadi alasan utama mengapa masyarakat Barat terus memilih tisu sebagai media cebok yang nyaman bagi mereka.

Sumber: cnbcindonesia.com

  • Bagikan