Dalam sambutannya, Wali Kota Christian Widodo menegaskan bahwa kondisi fiskal daerah saat ini menuntut pemerintah untuk lebih kreatif membangun kemitraan dengan berbagai pihak.
Menurutnya, berkurangnya dana transfer dari pemerintah pusat akibat kebijakan efisiensi anggaran membuat pemerintah daerah tidak bisa lagi mengandalkan APBD semata dalam menjawab kebutuhan masyarakat.
“Di tengah efisiensi anggaran, pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Kolaborasi seperti inilah yang menjadi wujud nyata semangat gotong royong. Bukan soal besar kecilnya bantuan, tetapi semangat kebersamaan untuk menyelesaikan persoalan masyarakat yang paling penting,” ujar Christian.
Pernyataan tersebut mencerminkan arah pembangunan Kota Kupang yang mulai menempatkan kemitraan multipihak sebagai instrumen penting dalam percepatan pembangunan daerah.
Wali Kota menilai keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari jumlah jalan, gedung, atau fasilitas fisik yang dibangun pemerintah, tetapi juga dari meningkatnya kualitas hidup masyarakat.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








