Ketiga, peningkatan akses pelayanan kesehatan dengan memberikan kesempatan bagi dokter umum untuk mendapatkan pendidikan spesialis, sehingga mereka dapat mengabdi di daerah-daerah terpencil dan mendukung pengembangan infrastruktur kesehatan.
Lebih lanjut, Ayodhia menekankan pentingnya pengembangan teknologi informasi dan komunikasi dalam bidang kesehatan ibu dan anak untuk meningkatkan akses pelayanan di daerah-daerah terpencil.
“POGI harus terus berkomitmen untuk mewujudkan kesehatan ibu dan anak yang optimal di NTT,” tambahnya.
Ketua Umum Panitia PIT POGI XXVII, dr. Laurens David Paulus, Sp. O. G, Subsp. Onk, FISQua, dalam sambutannya, menyatakan bahwa POGI harus beradaptasi dengan perkembangan teknologi medis.
“Pertemuan ilmiah ini menjadi wahana bertukar pikiran dan pengalaman untuk menghasilkan solusi inovatif di era digital,” ungkapnya.
Ketua Umum PP POGI, Prof. Dr. dr. Yudi Mulyana, Sp. O. G, Subsp. Onk, D.MAS, M.Kes, menekankan peran penting POGI dalam pelayanan kesehatan reproduksi di seluruh Indonesia. “POGI menjembatani antara pemangku kebijakan di bidang pelayanan kesehatan dan institusi pendidikan untuk peningkatan SDM yang berkualitas,” jelasnya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
