Selain itu, Ayodhia mengajak lembaga keagamaan, termasuk MUI, untuk turut berperan dalam menyelesaikan berbagai permasalahan daerah seperti kemiskinan, stunting, Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), dan Pekerja Migran Indonesia (PMI) non-prosedural.
“Saya berharap Rakorda ini menjadi titik kebangkitan MUI NTT dalam berbagai aktivitas di organisasi dan masyarakat, sejalan dengan tema ‘Penguatan Kelembagaan MUI dalam Rangka Peningkatan Kualitas Umat’,” tambahnya.
Ketua MUI Provinsi NTT, Drs. H. Muhammad S. Wongso, dalam kesempatan yang sama menyampaikan bahwa MUI tidak hanya mengawal umat Islam, tetapi juga melaksanakan kegiatan kebangsaan yang tak terpisahkan. Ia menegaskan pentingnya menjaga keharmonisan bangsa dan menguatkan kesatuan di tengah keberagaman.
Rakorda MUI NTT Tahun 2024 ini dihadiri oleh Dewan Pimpinan MUI Pusat, Forkopimda Provinsi NTT, pengurus MUI se-Provinsi NTT, cendekiawan Muslim, dan para tokoh agama. Selain itu, Rakorda ini juga menjadi forum untuk bertukar pikiran, berbagi pengalaman, dan membahas tantangan serta solusi dalam pengembangan organisasi MUI.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
