Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi NTT telah menginisiasi Gerakan Kemanusiaan Percepatan Penanganan Stunting Terintegrasi (GKP2ST) untuk menurunkan angka stunting di NTT. Melalui program ini, berbagai pihak dilibatkan untuk memberikan dukungan yang komprehensif dan efektif guna menangani permasalahan gizi buruk di kalangan anak-anak.
Dalam upaya memperkuat ekonomi masyarakat, Pj. Gubernur Andriko juga mengajak LSM untuk terlibat dalam pengembangan potensi pangan lokal. Hal ini didukung oleh Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 81 Tahun 2024 tentang Diversifikasi Pangan Berbasis Potensi Lokal.
Pj. Gubernur menjelaskan bahwa pemerintah berkomitmen untuk memanfaatkan sumber daya alam yang ada di NTT, seperti lahan kering yang sangat potensial untuk pertanian.
“Dengan optimalisasi lahan kering, petani lokal diharapkan bisa lebih produktif dan mandiri, sehingga mampu berkontribusi pada ketahanan pangan serta mengatasi kemiskinan ekstrem,” jelas Andriko.
Program Makan Gratis yang memprioritaskan pangan lokal juga menjadi salah satu langkah penting untuk mendorong konsumsi pangan bergizi dan meningkatkan daya beli masyarakat terhadap hasil pertanian lokal.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
