Oelamasi, SN – Penurunan angka stunting masih menjadi isu strategis dan menjadi program prioritas dalam perencanaan pembangunan tahun, disamping 4 isu strategis lainnya yaitu pengentasan kemiskinan, pengendalian laju inflasi, antisipasi rawan pangan dan pemenuhan layanan dasar.
Ini berarti bahwa penanganan stunting membutuhkan penanganan yang serius, lebih tepat sasaran dan berkelanjutan dengan tujuan tidak hanya menurunkan angka stunting tapi juga mencegah munculnya kasus baru.
“Data elektronik pencatatan dan pelaporan gizi berbasis masyarakat, menunjukkan prevalensi stunting kab. Kupang hasil pengukuran bulan Februari 2024, berada pada angka 12,35 % atau 3.574 balita stunting dari 28.940 balita yang diukur, menurun 3,83% atau 1.325 balita stunting dari pengukuran Februari tahun 2023.
Penurunan ini tentu tidak terlepas dari kerja sama semua pihak yang telah terlibat secara langsung maupun tidak langsung dalam upaya penanganan stunting baik melalui intervensi spesifik maupun intervensi sensitif.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
