Kebijakan ini diharapkan mampu memperkuat ketersediaan sumber air alternatif ketika pasokan utama mengalami penurunan drastis. Jhony menilai langkah tersebut tidak hanya merupakan respons situasional, tetapi juga investasi struktural demi keamanan pasokan air di titik-titik bermasalah.
Baca Juga : Finish Gemilang! Bupati Lede Serahkan Piala IMI dan Apresiasi Semangat Rider Muda
Di luar aspek teknis, Jhony menegaskan perlunya revitalisasi kinerja personel lapangan. Evaluasi internal, menurutnya, harus dilakukan secara sistematis agar petugas lebih profesional dalam merespons keluhan masyarakat sehingga pelayanan dapat berlangsung lebih cepat dan akurat.
“Kita memastikan pelanggan tetap mendapatkan suplai air, sekalipun kondisi belum sepenuhnya normal. Perbaikan kinerja akan dijalankan secara berkelanjutan,” tegasnya.
Sebagai pemimpin baru di tubuh PDAM Kabupaten Kupang, Jhony memandang berbagai persoalan yang muncul di masa lalu dan masih terbawa hingga saat ini sebagai bahan evaluasi dan pembelajaran untuk menjadi lebih baik ke depannya. Dengan kondisi ini, Dirut Perumda Tirta Lontar menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan yang belum terlayani secara optimal.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








