Sementara di wilayah Amfoang Utara, Perumda AM mulai memfokuskan perhatian pada sumber mata air Nifutasi yang berada di kawasan sekitar hutan Timau. Sumber air tersebut dinilai sangat menjanjikan karena debit airnya mencapai sekitar 50 liter per detik saat musim kemarau dan lebih dari 80 liter per detik pada musim hujan.
Menurut Joni, selama ini potensi air tersebut belum dimanfaatkan secara maksimal dan sebagian besar terbuang percuma ke aliran sungai.
“Ini sumber air yang luar biasa besar dan kualitas airnya juga bagus. Kalau izin pengelolaan dari kementerian bisa keluar, maka pelayanan air bisa menjangkau hampir seluruh wilayah Amfoang Utara bahkan sampai Amfoang Barat Laut,” jelasnya.
Perumda AM juga mulai memperkuat pelayanan di wilayah kepulauan seperti Semau Utara dan Semau Selatan. Selain melakukan pembenahan jaringan lama, perusahaan daerah itu kini mulai mengoptimalkan sumber air yang ada untuk memenuhi kebutuhan pelanggan yang terus bertambah.
Jumlah pelanggan aktif di wilayah Semau bahkan mengalami peningkatan signifikan. Dari sebelumnya sekitar 300 sambungan rumah, kini meningkat menjadi lebih dari 600 pelanggan aktif.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.









