PESPARAWI : PERAYAAN IMAN LEWAT MUSIK SATUKAN RIBUAN ORANG

IMG 20250814 WA0022

SN, Oelamasi – Pesta Paduan Suara Gerejawi (Pesparawi) Kabupaten Kupang tahun 2025 berhasil mencuri perhatian publik sebagai sebuah momentum perayaan iman yang dipadu dengan seni musik rohani yang memukau pada Senin, (14/08/2025).

Acara ini merupakan yang pertama kalinya diadakan dengan skala besar dan kemasan yang spektakuler dalam sejarah pemerintahan Kabupaten Kupang. Keistimewaan Pesparawi kali ini terlihat dari hadiah bernilai total ratusan juta rupiah serta antusiasme penonton yang memenuhi lokasi hingga larut malam.

Pada hari kedua perlombaan untuk kategori B, suasana di kompleks Kantor Bupati Kupang menjadi semakin semarak dengan sorakan dan tepuk tangan penonton yang memberikan dukungan penuh kepada masing-masing tim peserta. Energi dan semangat jemaat yang hadir, baik di dalam gedung maupun di area luar, tetap tinggi hingga malam menjelang, menunggu pengumuman resmi pemenang lomba. Ketika hasil evaluasi dewan juri diumumkan, gelombang kegembiraan pun meledak, diikuti dengan penyerahan hadiah secara langsung oleh Bupati Kupang, Yosef Lede, dan Wakil Bupati Aurum Titu Eki. Penyerahan hadiah secara cepat ini merupakan salah satu inovasi yang membedakan Pesparawi Kabupaten Kupang 2025 dengan kompetisi serupa di daerah lain, di mana pemenang biasanya harus menunggu proses pencairan dana yang panjang.

Baca Juga : Pabrik Konsentrat Mangan dibangun, Kabupaten Kupang Bertransformasi

Bupati Yosef Lede dalam kesempatan tersebut menyampaikan pesan motivasi kepada seluruh peserta, menegaskan nilai sportivitas dan pembelajaran dalam kompetisi: “Yang menang puji Tuhan, dan yang kalah tetap puji Tuhan sambil belajar dan berlatih menjadi lebih baik.” Pernyataan tersebut mencerminkan filosofi pembinaan yang mengedepankan pembentukan karakter dan peningkatan kualitas peserta secara berkelanjutan.

Adapun daftar juara kategori B memperlihatkan keberagaman tim yang berhasil meraih penghargaan dengan hadiah yang signifikan, antara lain: Talenalain Manulai 1 sebagai juara pertama dengan total hadiah Rp30 juta, Kasih Karunia Oesao di posisi kedua dengan total Rp20 juta, dan Oemathonis Nait di posisi ketiga dengan hadiah Rp10 juta. Hadiah juga diberikan hingga peringkat ke-21 sebagai wujud apresiasi terhadap semangat kebersamaan dan partisipasi luas. Selain itu, penghargaan khusus untuk konduktor terbaik dianugerahkan kepada Alfa Waris Radja dari Jemaat GMIT Getsemani Asam Tiga dengan hadiah sebesar Rp5 juta, yang turut menunjukkan perhatian pada aspek kepemimpinan artistik dalam kompetisi.

Salah satu faktor yang menjadikan Pesparawi Kabupaten Kupang 2025 sangat istimewa adalah komitmen panitia penyelenggara dalam menyalurkan hadiah secara langsung setelah lomba berakhir. Bupati Yosef Lede menyiapkan dana pembinaan sebesar Rp100 juta khusus untuk 10 besar pemenang, sebuah kebijakan yang mengedepankan efisiensi dan kepuasan peserta sekaligus mendukung perkembangan bakat lokal secara konkret.

Evaluasi teknis dari tiga dewan juri bersertifikat nasional, yakni Relin Yosi Huka, M.Sn, Max Jacob Bolla, SP, M.Si, dan Paskalis Romy Langgu, S.Sn., M.Ars, memberikan masukan berharga bagi peserta dan pelatih. Mereka menekankan pentingnya pemahaman mendalam tentang teori dan sejarah musik sebagai dasar interpretasi lagu, serta memperingatkan bahwa kualitas suara yang enak di telinga penonton tidak selalu berarti teknik yang tepat secara musikal. Beberapa tim dinilai mengalami ketidaksesuaian tempo yang memengaruhi nilai artistik. Namun demikian, para juri secara umum memberikan apresiasi tinggi terhadap penyelenggaraan Pesparawi perdana ini yang dinilai sukses besar dalam mendorong generasi muda Kabupaten Kupang untuk terus mengembangkan potensi dalam bidang musik rohani.

Malam penutupan Pesparawi menjadi momen yang sarat makna, dimana musik rohani menjadi medium penyatu jemaat dari berbagai wilayah di Kabupaten Kupang. Sorak kemenangan, pelukan kebahagiaan, hingga tangis haru mewarnai acara, menandai tidak hanya kemenangan kompetitif, tetapi juga pengalaman spiritual dan artistik yang berharga bagi para peserta. Kesuksesan ini membuka harapan agar Pesparawi dapat dijadikan agenda tahunan yang semakin besar dan berkualitas di masa depan, sekaligus mengukuhkan Kabupaten Kupang sebagai pusat unggulan seni dan budaya gerejawi di tingkat regional maupun nasional. (Ein)

  • Bagikan