Penerbitan buku tersebut menjadi tonggak penting dalam perjalanan literasi di sekolah ini. Selain menjadi wadah ekspresi, karya tersebut juga terbukti mampu meningkatkan motivasi belajar dan rasa percaya diri peserta didik.
“Setelah karya guru dan siswa dibukukan, kami melihat adanya peningkatan semangat belajar. Anak-anak menjadi lebih percaya diri dan termotivasi untuk terus berkarya,” jelas Yusak.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa keberhasilan ini tidak lepas dari keberanian sekolah dalam membuka ruang kreatif bagi seluruh warga sekolah. Menurutnya, ketika guru dan siswa diberi kesempatan untuk menulis, maka potensi mereka akan berkembang secara signifikan.
Memasuki tahun 2026, SD GMIT Soe II semakin memperkuat komitmennya dengan memperluas program literasi. Pihak sekolah kini memberikan ruang bagi seluruh guru serta 100 peserta didik untuk terus mengasah kemampuan menulis melalui program Gerakan Sekolah Menulis Buku (GSMB) Nasional.
Langkah ini diharapkan tidak hanya melahirkan karya-karya baru, tetapi juga menciptakan budaya literasi yang mengakar di lingkungan sekolah.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








