Langkah tersebut memperlihatkan pentingnya perubahan cara pandang terhadap bantuan kebencanaan.
Penanganan bencana tidak cukup hanya mengirim logistik umum. Kebutuhan setiap kelompok masyarakat dapat berbeda dan membutuhkan respons yang lebih spesifik.
Anak-anak, bayi dan perempuan merupakan kelompok yang memerlukan perhatian terhadap kebutuhan sehari-hari yang tetap harus dipenuhi meskipun berada dalam kondisi pengungsian.
Selain masyarakat umum, keluarga besar Undana yang terdampak juga menjadi bagian dari perhatian.
DWP Undana menyalurkan bantuan sembako dan dana tunai bagi mahasiswa Undana yang mengalami dampak bencana ketika menjalankan kegiatan Kuliah Kerja Nyata.
Ke depan, pendataan mahasiswa yang keluarganya terdampak gempa akan menjadi salah satu dasar dalam menentukan bentuk bantuan lanjutan.
DWP Undana saat ini masih menghimpun donasi untuk tahap berikutnya.
Mekanisme penyalurannya akan dibahas bersama Rektor Undana agar bantuan dapat disesuaikan dengan perkembangan kebutuhan.
“Untuk donasi berikutnya masih kita kumpulkan dan dibicarakan bersama Pak Rektor, menyesuaikan pendataan mahasiswa terdampak,” ujar Astrid.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
