“Saya mendapat informasi bahwa pawai malam ini juga diikuti oleh komunitas dari umat Katolik, Kristen, Hindu, dan Buddha. Ini adalah tradisi luar biasa yang mencerminkan NTT sebagai Nusa Terindah Toleransi, tempat lahirnya Pancasila, di mana kita semua adalah saudara,” ujar Gubernur Melki.
UMKM Lokal Mendapat Sorotan Positif
Selain menjadi ajang perayaan keagamaan, Pawai Kupang Bertakbir 2025 juga membawa dampak positif bagi pelaku UMKM di NTT. Gubernur mengungkapkan kegembiraannya atas antusiasme masyarakat yang memadati area sekitar, yang berimbas pada meningkatnya penjualan produk lokal.
“Saya sangat senang melihat semangat warga dalam membeli produk-produk lokal. Ini sejalan dengan Gerakan Beli NTT, di mana kita memprioritaskan dan mencintai produk UMKM daerah kita sendiri,” tambahnya.
Keamanan dan Ketertiban Jadi Prioritas
Kapolda NTT, Irjen Pol. Daniel Tahi Monang Silitonga, turut hadir dalam acara ini dan memberikan imbauan kepada seluruh peserta agar menjaga keamanan dan ketertiban selama pawai berlangsung.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
