Tugu Pilu Tuan: Simbol Persaudaraan yang Menyatukan Warga Kota dan Kabupaten Kupang

Kontributor : YB Editor: Redaksi
tugu-pilu-tuan-simbol-persaudaraan-yang-menyatukan-warga-kota-dan-kabupaten-kupan

Tugu Pilu Tuan dibangun secara swadaya oleh masyarakat Kelurahan Fatukoa, khususnya warga RT 23 bersama komunitas sekitar. Inisiatif ini dinilai sebagai wujud nyata partisipasi masyarakat dalam pembangunan lingkungan sekaligus memperkuat identitas wilayah.

Tokoh masyarakat Fatukoa, Daniel Boen Balan, menjelaskan bahwa pembangunan tugu tidak dimaksudkan sebagai pembatas sosial, melainkan sebagai simbol pemersatu antara warga Fatukoa dan Desa Oelomin.

“Tugu ini lahir dari gotong royong masyarakat. Ini bukan sekat, tetapi simbol yang menegaskan bahwa kita tetap satu dalam persaudaraan,” ujarnya.

Menurutnya, kejelasan batas wilayah tetap diperlukan untuk mendukung tata kelola pemerintahan yang tertib, namun harus diiringi dengan upaya menjaga harmoni sosial.

Sebagai titik perbatasan, Tugu Pilu Tuan juga dipandang sebagai wajah awal Kota Kupang bagi masyarakat yang datang dari wilayah Kabupaten Kupang. Karena itu, Wali Kota mengajak seluruh warga untuk menjaga kebersihan dan keindahan kawasan tersebut.

  • Bagikan
Exit mobile version