SN, Maumere – Kasus bunuh diri di Kabupaten Sikka semakin mengkhawatirkan, dengan lonjakan signifikan dalam lima tahun terakhir. Menyikapi kondisi ini, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Nusa Nipa (UNIPA) Maumere menggelar Seminar Kesehatan Mental bertajuk “Youth to Building Resilience Mental”, Selasa (18/02), di Aula Universitas Nusa Nipa.
Seminar ini menghadirkan Kapolres Sikka, AKBP Moh. Mukhson, S.H., S.I.K., M.H., sebagai narasumber utama, bersama akademisi dan praktisi kesehatan mental. Dalam paparannya, Kapolres mengungkap akar permasalahan meningkatnya angka bunuh diri di Sikka serta langkah-langkah strategis yang telah diterapkan kepolisian untuk mencegah tragedi serupa di masa depan.
Fakta Mengerikan: Lonjakan Kasus Bunuh Diri di Sikka
Berdasarkan data yang dipaparkan dalam seminar, kasus bunuh diri di Kabupaten Sikka mengalami fluktuasi yang mencemaskan:
- 2020: 2 kasus
- 2021: 13 kasus
- 2022: 3 kasus
- 2023: 2 kasus
- 2024: 10 kasus
Kapolres menekankan bahwa faktor utama di balik kasus bunuh diri ini adalah depresi (13 kasus), tekanan ekonomi (7 kasus), konflik rumah tangga (7 kasus), dan gangguan psikologis lainnya (3 kasus).
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
