Tak hanya itu, pendekatan berbasis spasial dan longitudinal akan digunakan untuk memetakan akar persoalan stunting di berbagai wilayah, sehingga intervensi yang dilakukan benar-benar menyasar sumber permasalahan.
Wabup Aurum juga menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor: “Ini bukan tugas Dinas Kesehatan saja. Semua OPD, camat, hingga media dan masyarakat harus terlibat. Jika tidak, kita akan terus mengulang kegagalan yang sama.”
Dalam pernyataan penutupnya, Aurum meminta agar semua elemen tidak cepat puas jika nantinya angka stunting menurun. “Kita harus tetap waspada. Pengawasan, kontrol, dan evaluasi harus terus dilakukan agar angka stunting tidak kembali melonjak.”
Dengan pendekatan baru yang mengedepankan data, teknologi, dan kolaborasi, Kabupaten Kupang menunjukkan komitmen untuk tidak lagi sekadar menyusun program di atas kertas, tetapi benar-benar mengeksekusi aksi nyata demi generasi yang sehat, cerdas, dan bebas dari stunting.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








