“Pertumbuhan dimulai dari kemauan untuk mendengar. Jika kita menutup diri, kita tidak akan berkembang,” ujarnya.
Lebih jauh, ia menyoroti tantangan maraknya hoaks yang berpotensi mengganggu stabilitas sosial. Menurutnya, media memiliki posisi strategis sebagai penjernih informasi di tengah derasnya arus digital.
“Pemerintah butuh media untuk meng-counter informasi yang tidak benar. Ketika masyarakat mendapatkan informasi yang sehat, maka dukungan terhadap pembangunan akan semakin kuat,” tegasnya.
Namun demikian, ia mengingatkan bahwa kemitraan pemerintah dan media harus dibangun di atas fondasi legalitas yang jelas. Profesionalisme dan kepatuhan hukum, kata dia, menjadi syarat mutlak untuk menciptakan kerja sama yang berkelanjutan dan bebas risiko hukum.
Di sisi lain, Wali Kota juga mengungkap rencana strategis pembangunan Command Center sebagai pusat kendali layanan publik berbasis digital. Sistem ini dirancang untuk mengintegrasikan pengaduan masyarakat secara real-time, lengkap dengan data lokasi dan dokumentasi, sehingga mempercepat respons pemerintah.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
