Dengan demikian, pengembangan kewirausahaan mahasiswa tidak hanya berorientasi pada kegiatan bisnis, tetapi juga penguatan kompetensi akademik.
Koordinator Program Studi Manajemen FEB Undana Yosefina K.I.D.D Dhae, S.T., M.IT (InfoMgt), mengatakan integrasi dengan BI NTT diarahkan untuk memberikan ruang lebih besar bagi mahasiswa yang serius mengembangkan bisnis.
“Mahasiswa yang memiliki minat serius akan dipetakan dan didampingi secara intensif oleh Inkubator Bisnis FEB hingga memperoleh akses pendanaan,” katanya.
Menurut dia, rekam jejak bisnis mahasiswa perlu dikembangkan agar tidak berhenti sebagai proyek perkuliahan.
“Kami ingin memastikan rekam jejak bisnis mahasiswa tidak terhenti di dalam kelas, melainkan tumbuh menjadi aset ekonomi daerah,” tambah Yosefina.
Pendekatan tersebut diharapkan mempersempit jarak antara pembelajaran kewirausahaan di perguruan tinggi dan kebutuhan nyata dunia usaha.
FEB Undana akan membuka penjaringan peserta dari berbagai program studi dan fakultas di lingkungan universitas.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








