Harga Pangan dan Transportasi Picu Inflasi NTT, Daya Beli Masyarakat Mulai Tertekan
KUPANG, SNC – Tekanan harga kebutuhan pokok dan biaya transportasi terus membayangi perekonomian Nusa Tenggara Timur (NTT) pada pertengahan tahun 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi tahunan atau year on year (y-on-y) di provinsi kepulauan tersebut mencapai 3,56 persen pada Juni 2026 dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 111,34.
Angka tersebut menunjukkan bahwa harga berbagai barang dan jasa yang dikonsumsi masyarakat mengalami kenaikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Kota Kupang menjadi daerah dengan tingkat inflasi tertinggi di NTT, yakni mencapai 4,02 persen dengan IHK sebesar 110,88. Sementara Kabupaten Timor Tengah Selatan mencatat inflasi terendah sebesar 2,80 persen dengan IHK 111,79.
Data BPS memperlihatkan bahwa inflasi terutama dipicu oleh kenaikan harga pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang mengalami peningkatan sebesar 4,17 persen secara tahunan.
Kelompok ini menjadi penyumbang terbesar terhadap inflasi karena berkaitan langsung dengan kebutuhan pokok masyarakat sehari-hari. Fluktuasi harga komoditas pangan strategis seperti beras, cabai, bawang, serta produk konsumsi lainnya menjadi faktor yang memengaruhi perkembangan inflasi di daerah.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
