Agenda lain yang dibahas dalam BRICS FMCBG adalah penguatan arsitektur keuangan global.
Negara-negara anggota BRICS menyepakati pentingnya reformasi tata kelola IMF untuk memperkuat suara dan representasi negara-negara berkembang.
Penguatan representasi tersebut dinilai relevan dengan perubahan struktur ekonomi global dan meningkatnya peran negara-negara berkembang dalam perekonomian dunia.
Pertemuan BRICS FMCBG Kedua menghasilkan Pernyataan Bersama yang mencerminkan komitmen anggota dalam merespons tantangan ekonomi global.
Bagi Indonesia, hasil pertemuan tersebut perlu ditindaklanjuti melalui kerja sama yang konkret dan tetap membuka ruang dialog di tengah fragmentasi global.
Di Mumbai, Destry melakukan pertemuan bilateral dengan Gubernur Reserve Bank of India Sanjay Malhotra.
Kedua pihak membahas percepatan kerja sama Local Currency Transaction (LCT) Indonesia-India, Local Currency Bilateral Swap Arrangement (LCBSA), serta konektivitas pembayaran menggunakan QR antarnegara.
Agenda bilateral tersebut menjadi salah satu contoh penerjemahan komitmen kerja sama BRICS ke dalam hubungan ekonomi yang lebih konkret.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
