Namun, keberadaan likuiditas saja belum cukup.
Apabila permintaan kredit dari dunia usaha masih terbatas atau pelaku usaha menunda ekspansi karena mempertimbangkan prospek ekonomi, tambahan likuiditas tidak serta-merta menghasilkan peningkatan kredit dalam jumlah yang sama.
Begitu pula dari sisi perbankan. Penyaluran kredit harus tetap mempertimbangkan kualitas debitur dan risiko pembiayaan.
Karena itu, efektivitas kebijakan moneter tidak hanya ditentukan oleh seberapa besar likuiditas tersedia, tetapi juga oleh seberapa baik likuiditas tersebut ditransmisikan ke perekonomian.
Penggunaan M0 Adjusted memberikan konteks tambahan dalam membaca angka pertumbuhan uang primer.
Bank Indonesia telah memperhitungkan dampak pemberian insentif likuiditas dalam pengendalian moneter yang disesuaikan.
Hal tersebut penting karena kebijakan insentif likuiditas dapat memengaruhi posisi likuiditas perbankan. Dengan menggunakan ukuran yang telah disesuaikan, perkembangan uang primer dapat dibaca dengan mempertimbangkan pengaruh kebijakan tersebut.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
Ikuti Kami
Subscribe
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.








