Scroll Ke bawah untuk melanjutkan

Saham Nissan anjlok 4,8% di Bursa Efek Tokyo

Nissan
Rencana Merger Nissan dan Honda dikabarkan batal

China menyalip Jepang sebagai pengekspor kendaraan terbesar tahun 2024 lalu, dibantu oleh dukungan pemerintah untuk kendaraan listrik.

Baca Juga : Perang Tarif Antara AS dan China

Honda dan Nissan merupakan produsen mobil nomor 2 dan 3 di Jepang setelah Toyota. Mereka telah sepakat tahun lalu untuk menjajaki kemitraan pada perangkat lunak dan komponen kendaraan listrik di antara teknologi lainnya, sebuah inisiatif yang diikuti oleh Mitsubishi Motors pada bulan Agustus.

Namun pimpinan produsen Mitsubishi Motors mengatakan minggu ini, pihaknya juga akan membuat keputusan akhir apakah akan bergabung dalam pembicaraan merger Honda-Nissan pada pertengahan Februari.

Pada bulan Desember, laporan mengatakan raksasa elektronik Taiwan Foxconn telah gagal mendekati Nissan untuk mengakuisisi saham mayoritas.

Perusahaan itu kemudian dilaporkan meminta Renault untuk menjual 35 persen sahamnya di Nissan, sebuah upaya yang ditunda sebelum pembicaraan merger diumumkan.

Nissan juga dibebani utang miliaran dolar yang dilaporkan akan jatuh tempo dalam dua tahun ke depan. (Red)

Baca Juga :  Inflasi April 2026 Diprediksi Melandai Usai Lebaran, Tapi Ancaman Harga Energi dan Rupiah Melemah Masih Mengintai
  • Bagikan