Kepergian Biden menciptakan kontras baru yang mencolok antara calon presiden baru dari Partai Demokrat, Kamala Harris, seorang mantan jaksa, dan Trump, yang dua dekade lebih tua darinya dan menghadapi dua tuntutan pidana yang belum tuntas terkait upayanya untuk membatalkan hasil pemilu 2020. Ia juga menunggu keputusan pengadilan di New York pada bulan September nanti, atas tuduhan mencoba menutupi pembayaran uang tutup mulut kepada seorang bintang film porno.
Jajak pendapat publik sendiri menunjukkan, bahwa Kamala Harris tidak tampil lebih baik secara statistik daripada Trump. Dalam pertarungan langsung hipotetis, Harris dan Trump imbang dengan dukungan masing-masing 44 persen dalam jajak pendapat Reuters/Ipsos pada 15-16 Juli lalu, yang dilakukan segera setelah upaya pembunuhan terhadap Trump pada 13 Juli.
Baca Juga : Minuman nabati Silk dan Great Value ditarik kembali di seluruh Kanada
Trump mengungguli Biden dengan 43 persen berbanding 41 persen dalam jajak pendapat yang sama, meskipun perbedaan dua poin persentase itu tidak berarti mengingat margin kesalahan jajak pendapat di Amerika sebesar tiga poin.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
