Apakah aman?
Secara umum, zat penghambat api yang disetujui untuk digunakan tidak dianggap beracun bagi manusia — meskipun terhirup secara langsung, terkena mata atau terkonsumsi dapat menyebabkan iritasi, dan para ilmuwan mengatakan diperlukan lebih banyak penelitian mengenai paparan jangka panjang.
Namun, zat penghambat api dapat menjadi racun bagi ikan atau hewan air lainnya jika masuk ke perairan. Karena alasan ini, Dinas Kehutanan AS melarang pembuangan zat penghambat api dalam jarak 300 kaki dari perairan atau secara khusus memetakan area yang harus dihindari, “kecuali jika nyawa manusia atau keselamatan publik terancam.”
Sebuah studi yang dirilis tahun lalu dalam jurnal Environmental Science & Technology Letters menemukan bahwa beberapa bahan penghambat api, termasuk Phos-Chek LC-95W, mengandung logam beracun, termasuk timbal dan arsenik.
Seorang perwakilan dari Dinas Kehutanan AS mengatakan bahwa LC-95 telah dihentikan penggunaannya pada tahun 2025 dan digantikan dengan formulasi MVP-Fx yang lebih baru. Menurut data Perimeter, Phos-Chek MVP-Fx jauh lebih tidak beracun bagi ikan dibandingkan dengan formulasi LC-95 yang lama.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
