Diplomasi Amerika Yang Membingungkan

diplomasi
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio berbicara kepada media saat singgah untuk mengisi bahan bakar di Bandara Shannon di Shannon, Irlandia, 12 Maret 2025, saat ia dalam perjalanan dari pembicaraan dengan Ukraina di Arab Saudi menuju pertemuan Menteri Luar Negeri G7 di Kanada. (Foto: SAUL LOEB/POOL/AFP/Getty)

“Kremlin terus memantau perkembangan di Kursk dengan seksama,” kata Peskov. “Data menunjukkan pasukan Rusia berhasil maju, dan dinamikanya sangat positif.” ungkapnya.

Baca Juga : Donald Trump Beri Peringatan Kepada Demonstran Anti-Semit

Rusia juga mengklaim telah merebut lima desa kecil di Kursk dari pasukan Ukraina, sementara serangan roket terbaru menghantam Ukraina pada malam hari. Layanan Darurat melaporkan serangan besar-besaran di kota kelahiran Presiden Zelenskyy, Kryvyi Rih, yang mengakibatkan kerusakan pada gedung apartemen, fasilitas administratif, toko, lembaga pendidikan, serta bus dan kendaraan lain. Beberapa laporan menyebutkan bahwa sedikitnya sembilan orang terluka, dan seorang wanita tewas akibat serangan tersebut.

Perubahan Kebijakan Gedung Putih Terkait Ukraina

Perubahan sikap diplomasi Gedung Putih setelah pertemuan di Arab Saudi — yang kembali menempatkan tanggung jawab pada Moskow untuk mengakhiri perang yang dimulai oleh Putin lebih dari tiga tahun lalu — menandai perubahan kebijakan signifikan kedua oleh pemerintahan Trump dalam waktu kurang dari sebulan terkait Ukraina.

  • Bagikan
Exit mobile version