“Tiga puluh umat telah meninggal,” kata perwira polisi senior Vaibhav Krishna kepada wartawan dalam konferensi pers malam di festival tersebut. “Lebih dari 90 korban luka dibawa ke rumah sakit.”
Penjelasan Krishna disampaikan hampir 18 jam setelah insiden penyerbuan dan merupakan jumlah korban tewas resmi pertama yang disampaikan oleh pihak berwenang.
Perayaan tetap diizinkan untuk terus berlanjut seperti biasa pada siang hari, dengan jutaan orang masih berjalan ke tepi sungai untuk berenang di air.
Perdana Menteri Narendra Modi menyebut tragedi itu “sangat menyedihkan” dan menyampaikan “belasungkawa terdalamnya” kepada keluarga korban tewas, seraya menambahkan harapannya “agar semua korban luka segera pulih.”
Puluhan kerabat dengan cemas menunggu kabar di luar tenda besar yang difungsikan sebagai rumah sakit yang dibangun khusus untuk festival di dekat lokasi bencana.
Baca Juga : Prajurit AS yang hilang saat perang dunia ke 2 telah di temukan
Kumbh Mela yang berlangsung selama enam minggu merupakan tonggak sejarah terbesar dalam kalender keagamaan Hindu. Hari Rabu menandai salah satu hari paling suci dalam festival tersebut, saat orang-orang suci berbusana safron memimpin jutaan orang dalam ritual pembersihan dosa dengan mandi di pertemuan sungai Gangga dan Yamuna bersamaan dengan penyelarasan planet-planet dalam Tata Surya.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
