Di luar kediaman, sekelompok besar pengunjuk rasa pro-Yoon menerjang suhu beku selama berjam-jam, melambaikan bendera Korea Selatan dan Amerika sambil meneriakkan slogan-slogan yang bersumpah untuk melindunginya.
Badan Kepolisian Nasional mengatakan pihaknya berencana untuk memeriksa kepala dan wakil kepala dinas keamanan presiden atas dugaan menghalangi tugas resmi dan memanggil mereka untuk diinterogasi pada hari Sabtu (hari ini).
Prsiden Yoon, telah menentang upaya penyidik untuk menginterogasinya selama berminggu-minggu. Terakhir kali ia diketahui meninggalkan kediamannya adalah pada 12 Desember, ketika ia pergi ke kantor presiden di dekatnya untuk menyampaikan pernyataan yang disiarkan televisi kepada rakyat, dengan pernyataan yang menantang bahwa ia akan melawan upaya untuk menggulingkannya.
Penyidik dari badan antikorupsi negara tersebut sedang mempertimbangkan tuduhan pemberontakan setelah Yoon, yang tampaknya frustrasi karena kebijakannya diblokir oleh parlemen yang didominasi oposisi, mengumumkan darurat militer pada tanggal 3 Desember dan mengirim pasukan untuk mengepung Majelis Nasional.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
