Unjuk kekuatan, Hamas kirim pesan masih mencengkram Gaza

hamas
Pejuang Hamas mengawal kendaraan Palang Merah untuk menjemput sandera Israel yang dibebaskan setelah perjanjian gencatan senjata antara Israel dan Hamas mulai berlaku, di Kota Gaza, pada hari Minggu. (Abood Abusalama)

Walaupun Hamas berupaya selama pembebasan sandera lainnya pada November 2023 untuk menggambarkan orang Israel sebagai tamu dan bukan tawanan, peristiwa ini jauh lebih rumit.

“Itu jelas tidak ditujukan untuk konsumsi Israel,” kata Mansdorf, yang menyiratkan bahwa Hamas berupaya menunjukkan kepada warga Palestina dan pihak lain yang bersimpati pada kelompok itu bahwa militan tersebut adalah aktor yang penuh belas kasih, yang berperilaku dengan cara yang sah.

Baca Juga : Israel bebaskan 90 sandera yang dipenjara beberapa jam setelah Hamas membebaskan 3 sandera

Para wanita tersebut juga diberi sertifikat pembebasan cetak oleh Hamas, seolah-olah untuk memvalidasi penahanan mereka di Gaza.

Mansdorf mengatakan ketika dihadapkan dengan hampir runtuhnya layanan dasar bagi ratusan ribu warga sipil di Gaza, fakta bahwa Hamas mampu menyelenggarakan acara tersebut sungguh luar biasa.

“Di mana mereka mendapatkan percetakan untuk mencetak (sertifikat)? Di mana mereka pergi ke toko untuk mendapatkan (alat tulis) untuk menempelkan sertifikat ini, di mana mereka mendapatkan pembersih untuk membersihkan cucian mereka?” ungkap Mansdorf.

  • Bagikan
Exit mobile version