Kabinet Israel setujui perjanjian gencatan senjata

Israel
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, di tengah, bersama kabinet keamanannya di Yerusalem untuk memberikan suara pada kesepakatan gencatan senjata setelah mengonfirmasi bahwa kesepakatan telah dicapai yang akan menghentikan perang selama 15 bulan dengan Hamas di Gaza.

Kabinet bersidang setelah dimulainya Sabat Yahudi, sebagai refleksi atas pentingnya momen tersebut. Sesuai dengan hukum Yahudi, pemerintah Israel biasanya menghentikan semua kegiatan bisnis pada hari Sabat kecuali dalam keadaan darurat yang menyangkut hidup atau mati.

Netanyahu memerintahkan satuan tugas khusus untuk bersiap menerima para sandera yang kembali dari Gaza. Ke-33 sandera yang dibebaskan pertama kali adalah perempuan dan anak-anak, serta laki-laki berusia di atas 50 tahun dan orang sakit atau terluka. Hamas telah setuju untuk membebaskan tiga sandera perempuan pada hari pertama kesepakatan, empat pada hari ke-7, dan 26 sandera lainnya selama lima minggu berikutnya.

Tahanan Palestina juga akan dibebaskan. Kementerian Kehakiman Israel menerbitkan daftar 95 orang yang akan dibebaskan dalam tahap pertama kesepakatan tersebut dan mengatakan pembebasan tidak akan dimulai sebelum pukul 4 sore waktu setempat pada hari Minggu besok (setelah menutup Sabat). Semua orang dalam daftar tersebut berusia lebih muda atau perempuan.

  • Bagikan
Exit mobile version