Kemenlu Sudan Selatan Kritik Keputusan AS yang Mencabut Semua Visa Bagi Warganya

Sudan Selatan
Menteri Sudan Selatan Michael Makuei Lueth

Pada waktu yang sama, Departemen Luar Negeri AS memerintahkan pengunduran diri personel non-darurat dari Juba, ibu kota Sudan Selatan, dengan alasan meningkatnya kejahatan, penculikan, dan konflik bersenjata. Peringatan perjalanan juga tetap pada level 4, yang artinya warga Amerika diminta untuk tidak bepergian ke negara tersebut.

Pemerintahan Presiden Biden yang lalu, telah memberikan Temporary Protected Status (TPS) atau Status Perlindungan Sementara kepada warga negara Sudan Selatan, yang akan berakhir pada 3 Mei 2025 ini.

TPS memberikan perlindungan terhadap deportasi bagi orang yang tidak dapat kembali ke negara asalnya karena perang, bencana alam, atau kondisi luar biasa lainnya. Namun, pemerintahan Trump telah mulai mencabut status TPS, salah satunya untuk lebih dari 600.000 warga Venezuela pada Januari lalu.

Jumlah pasti warga Sudan Selatan yang memegang visa AS belum jelas. Wakil Menteri Luar Negeri AS, Christopher Landau, menjelaskan melalui media sosial bahwa perselisihan ini berawal dari satu individu yang disertifikasi oleh Kedutaan Besar Sudan Selatan di Washington, yang kemudian ditolak oleh pihak Juba. Nama orang tersebut tidak diungkapkan. (Red)

  • Bagikan
Exit mobile version