Banjir musiman dan kolera yang dahsyat telah memperparah penderitaan rakyat Sudan. Setidaknya 225 orang tewas dan sekitar 900 lainnya terluka akibat banjir, kata Kementerian Kesehatan. Infrastruktur penting telah hanyut dalam banjir dan lebih dari 76.000 rumah telah hancur atau rusak.
Kelaparan juga dipastikan terjadi pada bulan Juli di kamp pengungsi Zamzam, yang terletak sekitar 15 kilometer dari ibu kota Darfur Utara yang dilanda perang, menurut para ahli global dari Komite Peninjauan Kelaparan. Masih menurut Komite Peninjauan Kelaparan, sekitar 25,6 juta orang, lebih dari separuh populasi Sudan, akan menghadapi kelaparan akut tahun ini.
Sementara itu, pertempuran masih terus berkecamuk di al-Fasher, kota besar terakhir di Darfur yang masih dikuasai militer. Al-Fasher adalah kota penting yang telah diupayakan untuk direbut oleh pasukan paramiliter sejak awal tahun ini.
Minggu lalu, pasukan paramiliter dan milisi Arab sekutunya, melancarkan serangan baru ke kota itu. Di sisi lain pihak Militer Sudan mengatakan, pasukannya telah berhasil menangkis serangan itu dan menewaskan ratusan pejuang paramiliter, termasuk dua komandan senior mereka. (Red)
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
