Selain itu, gravitasi Bumi juga memiliki peran dalam menarik sisi Matahari yang menghadap Bumi, menciptakan fenomena yang disebut “matahari panas”.
Britt Scharringhausen, seorang profesor astronomi di Beloit College, menjelaskan bahwa gravitasi Bumi menyebabkan daya pasang surut yang mempengaruhi jarak antara kedua benda langit ini.
Dampak pada Bumi. Dalam lima tahun ke depan, DiGiorgio memperkirakan jarak antara Bumi dan Matahari akan bertambah sebesar 0,2%.
Salah satu dampak langsung dari perubahan ini adalah berkurangnya jumlah sinar matahari yang mencapai Bumi. Namun, DiGiorgio menegaskan bahwa perubahan ini tidak signifikan untuk mempengaruhi kecerahan matahari secara keseluruhan yang diterima oleh Bumi karena orbitnya yang oval.
Apa yang Harus Kita Khawatirkan?
Meskipun perubahan ini mungkin menimbulkan kekhawatiran, para ahli menyatakan bahwa dampaknya relatif kecil dan tidak perlu dikhawatirkan secara berlebihan.
Menurut DiGiorgio, perubahan ini hanya menyebabkan sekitar 0,4% energi matahari yang diterima Bumi berkurang. Dengan kata lain, meskipun jarak antara Bumi dan Matahari mengalami perubahan, kehidupan di planet kita tidak akan terpengaruh secara signifikan.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
