SN – Operasi militer Israel di wilayah Tepi Barat telah memaksa lebih dari 40.000 warga Palestina meninggalkan rumah mereka di kota-kota kamp pengungsi Jenin, Tulkarm, dan Nur Shams. Ini adalah pemindahan warga sipil terbesar di wilayah Tepi Barat sejak perang Arab-Israel tahun 1967.
Menurut pejabat Israel dan Perserikatan Bangsa-Bangsa, operasi militer ini telah menyebabkan kerusakan besar di kamp-kamp pengungsi tersebut. Kelompok Jihad Islam yang bersekutu dengan Hamas mengatakan bahwa pengerahan tank-tank Israel ke kota Jenin dapat menjadi langkah menuju aneksasi Israel atas seluruh Tepi Barat.
Israel melancarkan operasi militer besar-besaran di wilayah utara Tepi Barat hanya beberapa hari setelah gencatan senjata dan perjanjian pertukaran sandera yang rapuh tercapai untuk mengakhiri perang selama 15 bulan di Jalur Gaza yang dikuasai Hamas.
Pasukan Pertahanan Israel mengatakan pasukan yang memburu tersangka teroris telah membersihkan tiga kamp pengungsian, dan mengonfirmasi bahwa tank-tank telah dikerahkan ke Jenin. Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengatakan bahwa pasukan akan tetap berada di kamp-kamp pengungsi yang dievakuasi selama beberapa bulan untuk “mencegah munculnya kembali terorisme.”
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
