“Kami juga mendokumentasikan eksekusi singkat terhadap sedikitnya 12 orang oleh M23 antara tanggal 26 dan 28 Januari,” katanya kepada wartawan di Jenewa.
Di wilayah yang dikuasai M23 di Kivu Selatan, seperti Minova, ia mengatakan kelompok tersebut telah “menduduki sekolah dan rumah sakit, memaksa para pengungsi keluar dari kamp, dan menjadikan penduduk sipil sebagai sasaran wajib militer dan kerja paksa” tutupnya.
Baca Juga : Venezuela Bebaskan 6 Tahanan Asal AS
Kantor hak asasi manusia, katanya, telah mendokumentasikan “kasus-kasus kekerasan seksual terkait konflik yang dilakukan oleh tentara dan pejuang Wazalendo yang bersekutu di wilayah Kalehe.”
“Kami sedang memverifikasi laporan bahwa 52 wanita diperkosa oleh pasukan Kongo di Kivu Selatan, termasuk laporan dugaan pemerkosaan berkelompok,” katanya.
Secara terpisah, ia merujuk pada laporan dari pejabat DRC yang menunjukkan bahwa sedikitnya 165 wanita diperkosa oleh narapidana pria ketika lebih dari 4.000 narapidana keluar dari penjara Muzenze di Goma, Kongo, pada tanggal 27 Januari, saat M23 mulai menyerang kota tersebut.
Tetap Terhubung Dengan Kami:
CATATAN REDAKSI: Apabila Ada Pihak Yang Merasa Dirugikan Dan /Atau Keberatan Dengan Penayangan Artikel Dan /Atau Berita Tersebut Diatas, Anda Dapat Mengirimkan Artikel Dan /Atau Berita Berisi Sanggahan Dan /Atau Koreksi Kepada Redaksi Kami Laporkan,
Sebagaimana Diatur Dalam Pasal (1) Ayat (11) Dan (12) Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 Tentang Pers.
